<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hotel Catur Blog</title>
	<atom:link href="http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hotelcatur.com/blog</link>
	<description>Info Pariwisata Jawa Tengah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Apr 2012 03:29:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Magelang Tempo Doeloe</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=67</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=67#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 03:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Magelang Tempo Doeloe&#8221; adalah sebuah event yang dikemas dengan suasana tempo doeloe menghadirkan berbagai bentuk keragaman ke tempo doeloe di Magelang, baik dalam bentuk benda, makanan, budaya dll. Event yang sudah digelar pertama kali pada tahun 2006 ini berupaya untuk lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya bangsa. Dewan Kesenian Kota Magelang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Magelang Tempo Doeloe&#8221; adalah sebuah event yang dikemas dengan  suasana tempo doeloe menghadirkan berbagai bentuk keragaman ke tempo  doeloe di Magelang, baik dalam bentuk benda, makanan, budaya dll.</p>
<p>Event yang sudah digelar pertama kali pada tahun 2006 ini berupaya  untuk lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya  melestarikan budaya bangsa.</p>
<p>Dewan Kesenian Kota Magelang akan menyelenggarakan event dalam rangka  HUT Magelang ke 1106 dengan nama kegiatan &#8221; de Tuin van Java&#8221; /  &#8220;Magelang Tempo Doeloe&#8221; yang akan diselenggarakan di Aloon aloon  Magelang, 26 &#8211; 29 April 2012.</p>
<p>Acara tersebut dimeriahkan dengan pameran stand (Foto Kuno, Jajanan  Rakyat, Bursa Lawasan dan Kerajinan) serta parade mobil kuno, setiap  hari mulai pukul 08.00 sampai dengan 21.00 WIB.</p>
<p>Beberapa pertunjukan seni juga akan disajikan seperti Topeng Ireng  &#8220;Ki Darma Budaya&#8221;, Reog &#8220;Singo Bedoyo&#8221;, Panggung Musik Keroncong Klasik  &#8220;Dian Irama&#8221;, Barongsay &#8220;Sinar Kencana&#8221;, Kethoprak &#8220;Kokab Budaya&#8221;,  Topeng Ireng &#8220;Bocah Rimba&#8221;, Jathilan &#8220;Kridha Turangga&#8221;, Keroncong  Kontemporer &#8220;Omah Toempoek&#8221;, Panggung Budaya Kesenian RSJ Prof. Dr.  Soerojo Kota Magelang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=67</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Srawung Seni Segara Gunung</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=65</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=65#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 03:26:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Taman Srawung Seni dan Pesta Seni Segara Gunung di kawasan Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, Indonesia 20–29 April 2012 Kerekatan antara seni &#38; ketuhanan, seni &#38; arkeologi, dan seni &#38; mitos, khususnya dalam candi-candi dan situs pusaka, merupakan kekayaan budaya yang mengandung berbagai filsafat, pengetahuan, adat istiadat, serta perilaku masyarakat masa lalu. Pembentukan suatu tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Taman Srawung Seni </strong>dan <strong>Pesta Seni Segara Gunung</strong></p>
<p>di kawasan</p>
<p><strong>Candi Borobudur </strong></p>
<p>Magelang, Jawa Tengah, Indonesia</p>
<p><strong>20–29 April 2012</strong></p>
<p>Kerekatan  antara seni &amp; ketuhanan, seni &amp; arkeologi, dan seni &amp;  mitos, khususnya dalam candi-candi dan situs pusaka, merupakan kekayaan  budaya yang mengandung berbagai filsafat, pengetahuan, adat istiadat,  serta perilaku masyarakat masa lalu. Pembentukan suatu tempat suci  sangat memperhitungkan bahwa situs itu adalah tempat yang dapat  menghubungkan manusia, alam dan Tuhan dan juga efek-efek cahaya, musim,  maupun sosial-ekonomi dari daerah tersebut. Oleh karena itu, candi-candi  dan situs pusaka dengan seni, kosmologi, tata ruang dan mitosnya  menyimpan makna dan dimensi yang sangat bernilai karena merupakan hasil  dari tradisi-tradisi panjang yang melibatkan pelbagai pengetahuan budaya  dan kepekaan masyarakat terhadap suatu lingkungan budaya. Situs-situs  bersejarah juga mampu menjadi sumber untuk saling belajar dan mengalami  pelbagai sifat-sifat ruang, waktu dan kondisi yang sekaligus dapat  menjadi sumber kreatif pada masa kini.</p>
<p>Sehubungan hal tersebut atas, Padepokan Lemah Putih; Lembaga Pendidikan Seni Nusantara; Dharma Nature Time serta organisasi pelestarian dan individu pemerhati pusaka budaya terinspirasi membuat <strong>Taman</strong> <strong>Srawung Seni </strong>dan <strong>Pesta Seni Segara Gunung </strong>di<strong> kawasan Candi Borobudur,</strong> Jawa Tengah, Indonesia <strong>mulai tanggal 20 s/d 29 April 2012</strong> menyongsong Hari Waisak 6 Mei 2012.</p>
<p>Pelaksanaan  acara ini di kawasan Candi Borobudur, yang dibangun antara tahun 750  dan 842 Masehi, dimaksudkan sebagai suatu upaya nyata untuk memaknai  kearifan lokal Indonesia yang menghasilkan monumen Buddhis terbesar di  dunia dalam bentuk mandala dengan bas-relief paling luas di dinding  setiap tingkatan yang menyalurkan suatu proses kehidupan manusia yang  menuju ke keselarasan sesama manusia dengan alam dan Tuhan hingga  pencerahan.</p>
<p>Pada  masa kini, melalui menerapkan pengetahuan ekologi tradisional dalam  taman-taman permakultur, dimana pemukiman manusia dan sistem pertanian  berdasarkan pada relasi dalam alam, masyarakat lokal diperdayakan untuk  merasa memiliki Candi Borobudur dan sekitarnya. Juga, sekaligus  masyarakat mampu menghidupi dirinya sendiri – tidak tergantung  semata-mata dengan adanya pariwisata. Dengan taman-taman permakultur  akan menumbuhkan sumber daya hidup yang berkelanjutan, mandiri,  seimbang, selaras, dan serasi dengan tanah setempat.</p>
<p>Disamping  hal ini, menyadari gagasan dialog antarbudaya dan antarreligios yang  diidamkan untuk meningkatkan potensi interaksi berimbang antara beraneka  kebudayaan dan kepercayaan serta kemungkinan menghasilkan ekpresi  budaya bersama melalui dialog dan saling menghormati – maka materi acara  ini bertumpu pada tiga tema, yaitu:</p>
<ul>
<li>· dari  pendekatan Srawung Seni &amp; Arkeologi – bagaimana bisa membuat  ‘sharing’ karya seni kolaborasi yang bersumber dari alam, arsitektur,  dan relief sambil juga memperkaya sejarah hidup situs-situs arkeologi,  umpamanya melalui seni tari dan seni gerak.</li>
</ul>
<ul>
<li>· dari  pendekatan Srawung Seni &amp; Ketuhanan – bagaimana seni yang diilhami  oleh rasa ke-Tuhanan dapat mendukung dialog kreatif antara masyarakat  tradisional dan modern dari beragam budaya dan kepercayaan, umpamanya  melalui karya musik dan seni suara.</li>
</ul>
<ul>
<li>· dari  pendekatan Srawung Seni &amp; Mitos – Indonesia penuh dengan mitos  seperti narasi Panji; Dewaruci; I La Galigo, dan Calonarang. Adapun teks  yang terkait dengan Candi Borobudur umpamanya Sutasoma atau kisah-kisah  Jataka dalam relief sepanjang dindingnya. Ada banyak situs pusaka di  seluruh dunia dengan masing-masing mitos dan cerita. Hal ini menarik  untuk bangun inspirasi terkait dengan kualitas budaya etnik dan untuk  menempatkannya di masa kekinian, umpamanya melalui seni topeng, wayang,  dan film.</li>
</ul>
<p><strong>Taman Srawung Seni </strong>dan <strong>Pesta Seni Segara Gunung </strong>di<strong> kawasan</strong> <strong>Candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia</strong> akan mengundang kalangan seniman, budayawan, dan rohaniawan  antarreligios dari provinsi Indonesia dan manca negara untuk mendalamkan  dan ‘share’ masing-masing pusaka budaya melalui:</p>
<ul>
<li>· menanam menabung pohon di wilayah Borobudur</li>
<li>· seminar tentang seni dan arkeologi</li>
<li>· seminar tentang seni dan ketuhanan</li>
<li>· seminar tentang seni dan mitos</li>
<li>· lokakarya kesenian untuk anak-anak dan pemuda</li>
<li>· lokakarya kesenian untuk orang dewasa</li>
<li>· Pesta  Seni Segara Gunung dengan presentasi karya seni serta pementasan baik  dalam bentuk seni adat, seni tradisi, maupun seni kontemporer oleh  pelbagai individu dan kelompok dari kawasan Borobudur, propinsi  Indonesia, dan manca negara.</li>
</ul>
<p><strong>20–24 APRIL 2012</strong> – latihan, penelitian, atau aktivitas retreat</p>
<p>22 APRIL 2012 – dalam rangka Hari Bumi – Pembukaan Taman Srawung Seni Segara Gunung</p>
<p>- pukul 9.00 pagi di Candi Pawon dimulai dengan Selamatan Umbul Donga Bumi Rahayu</p>
<p>- dilanjutkan dengan ngudarasa masyarakat Borobudur</p>
<p><strong>22–29 APRIL 2012</strong> – Pameran Pusaka Tosan Aji di Museum Karmawibhangga</p>
<p><strong>25 &amp; 26 APRIL 2012</strong> – Srawung Seni &amp; Arkeologi</p>
<p>- pagi dan sore: lokakarya / seminar</p>
<p>- malam persembahan seni: Pesta Seni Segara Gunung</p>
<p><strong>27 &amp; 28 APRIL 2012</strong> – Srawung Seni &amp; Ketuhanan</p>
<p>- pagi dan sore: lokakarya / seminar</p>
<p>- malam persembahan seni: Pesta Seni Segara Gunung</p>
<p>28 April sore pembukaan 24 Jam Menari untuk Hari Tari Internasional</p>
<h3>29 APRIL 2012 – Srawung Seni &amp; Mitos</h3>
<p>- pagi dan sore: lokakarya / seminar</p>
<p>- malam persembahan seni: Pesta Seni Segara Gunung</p>
<p>- Penutupan 24 Jam Menari untuk Hari Tari Internasional</p>
<p><strong>30 APRIL 2012</strong> – opsional Kunjungan ke kota atau situs-situs pusaka lain</p>
<p>Peserta dipersilakan juga mengikuti:</p>
<p>- World Heritage Day 18 &amp; 19 April acara Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI)</p>
<p>- Hari Raya Waisak 6 Mei 2012 upacara tradisional di Borobudur</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Fasilitas</span></strong>:  panitia penyelenggara acara akan mengatur jadwal, menyediakan fasilitas  untuk seminar (dengan kudapan / kopi / teh), dan ruang untuk  pementasan.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Organisasi-diri para Peserta</span></strong>: masing-masing peserta akan organisasi-diri termasuk dana untuk mempersiapkan  kesenian, transportasi, uang makan, penginapan, dan uang saku selama  kegiatan. Informasi kontak untuk tempat homestay sampai kelas menengah  akan disediakan agar peserta dapat pesan akomodasi secara mandiri</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">
<h3>Jumat, 20 April   s/d Selasa, 24 April 2012</h3>
</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">Latihan, Penelitian, atau Retreat</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top">
<h4>20 April 2012</h4>
</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><strong>Memperkenalkan Tema-tema Inti   Acara dan Pemberi Workshop</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top">9–11.00 a.m.</td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Diskusi informal oleh para pemberi workshop</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top">
<h4>21 April 2012</h4>
<p>7.30–9 p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><strong>Malem Midodareni di Candi   Pawon</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"><strong>22–25 April 2012</strong></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><strong>Menanam   Menabung Pohon di wilayah Borobudur</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Sekolah   Lapangan “Ngudi Kawruh” (Kawasan Borobudur)</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"><strong>23–30 April</strong></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><strong>Kemah Budaya Dasawarsa </strong><strong>Lembaga   Pendidikan Seni Nusantara: </strong></p>
<p><strong>Merajut   Seni Nusantara, Mendayakan Indonesia</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Endo Suanda, Direktur   Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN) dan</p>
<p>Adi   Nugroho, Koordinator Kemah Budaya Dasawarsa LPSN</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">
<p>–</p>
<p>–</p>
<p>–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Kemah    ini merupakan platform komunikasi antar-guru-dan-siswa, antar-jenis  kesenian,   antar-persepsi, dan antar-wilayah kebudayaan Indonesia.  Peserta utamanya adalah   guru-kesenian (sekolah negeri dan swasta) dan  siswa tingkat SLTP-SLTA dari   wilayah Borobudur dan dari jaringan LPSN  yang lama dan yang baru. Selain  itu, jaringan yang melintasi suatu wilayah   adalah Pesantren, Yayasan  Penabur, dan Taman Siswa. Kemah ini akan berisi   tiga jenis kegiatan:</p>
<p>(1) Workshop:   “Pembuatan Alat Musik Bambu”; “Pengarsipan   Data</p>
<p>Audiovisual Digital Seni Budaya”;   “Teater”; “Tari”; dan “Batik”</p>
<p>(2) Debat Siswa tentang berbagai tema menyangkut   kesenian/kebudayaan</p>
<p>(3) Pertunjukan Kesenian yang disiapkan oleh   para peserta dari wilayah</p>
<p>masing-masing; dan pertunjukan dan   pameran hasil workshop.</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"><strong>20–28 April</strong></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><strong>Lokakarya   Komposisi Musik dengan Anak-anak dari wilayah Borobudur</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Tomoko Momiyama, musician / composer   (Jepang)</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">lokakarya    cipta musik termasuk wawancara dengan orang tertua di desa dan  peserta   internasional acara tentang hubungan mereka dengan candi. Kita  dapat cipta   suatu karya musik tentang ketuhanan, tempat, dan mitos  pada masa kini   diantara masa lampau dan masa depan yang bisa  dipentaskan di candi.</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"><strong>22–30 April</strong></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><strong>Merajut Bambu Seribu Candi untuk Kemanusiaan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Suprapto Suryodarmo (Padepokan Lemah Putih, Solo); Paulus Mintarga</p>
<p>(Rempah Rumah Karya, Solo); Sari Madjid (Jakarta); Ines Somellera   (Empu</p>
<p>Sendok  Arts Station, Jakarta); Adi Purnomo (Mamo Studio, Bogor); Dr.   Galih  Widjil Pangarsa (Universitas Brawijaya, Malang); Yu Sing (Studio    Akanoma, Bandung)</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Partisipasi  dimulai dari pengumpulan bambu,   pendirian setiap rangkaian candi  bambu yang melibatkan masyarakat, pengisi   media ruang yang  diperuntukkan para pelaku ekonomi kerakyatan di kawasan   Candi sampai  pada kawasan seni Lima Gunung yang menjadi bagian dari kosmologi    Borobudur.</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"><strong>22–29 April</strong></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><strong>Pameran Pusaka Tosan Aji di Pendapa </strong><strong>Museum Karmawibhangga</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top">
<h4>22 April 2012</h4>
</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h4>dalam rangka Hari Bumi – Pembukaan Taman   Srawung Seni Segara Gunung</h4>
<h4>di Candi   Pawon, kawasan Borobudur</h4>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top">9.00 a.m.–selesai</td>
<td width="39" valign="top">
<p>–</p>
<p>–</p>
<p>–</p>
<p>–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Dengan   rasa keprihatinan dan penuh kehikmatan diadakan:</p>
<p>“Selamatan Umbul Donga Bumi Rahayu”</p>
<p>Shalawatan (dari Kawasan Borobudur)</p>
<p>launching buku dan lagu Lingkungan Hidup untuk Anak   oleh Oppie Andaresta</p>
<p>“Ngudarasa Masyarakat Borobudur”</p>
<p>bersama   dengan peserta Bapak Nur Harjanto dan Romo Mudji Sutrisno</p>
<p>Penanggungjawab selamatan: Jack Priyana dan Eko Sunyoto   (Kawasan Borobudur) dan Suprapto Suryodarmo (Padepokan Lemah Putih –   Solo)</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td width="144" valign="top">Sore</td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">sore peresmian sederhana Taman Budaya Desa di Warung   Info Jagad Cleguk</td>
</tr>
<tr height="0">
<td width="3"></td>
<td width="144"></td>
<td width="39"></td>
<td width="467"></td>
<td width="3"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">
<h3>Rabu,   25 April 2012</h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">Pembukaan – Taman   Srawung Seni</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">8.30–9 a.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Upacara Kesuburan oleh perwakilan dari PT Taman Wisata Candi Borobudur</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">9–9.30 a.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Pidato Pembukaan di Museum   Kapal Samudraraksa</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Multikultural World dikaitan   dengan bhinneka   tunggal ika”</p>
<p>Drs. Hari   Untoro Drajat, M.A.</p>
<p>(Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural, MenDikBud   Indonesia)</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">Srawung Seni &amp; Arkeologi</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">9.30 a.m.–12 siang</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Kedudukan Kebudayaan Indonesia   di Dunia”</p>
<p>Bre   Redana, budayawan/wartawan (Jakarta)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">
<h5>“Evidence   from Sungai Batu, Malaysia: Re-Examining the Civilization Periods of   Southeast Asia”</h5>
<p>Prof.   Dr. Mokhtar Saidin, arkeolog (Universiti Sains Malaysia)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"><strong> </strong></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Tinggalan arkeologis Muarajambi, struktur,   fungsi dan perlambangan”</p>
<h5>Agus   Widatmoko, arkeolog (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi)</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>12 siang–1.30 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><em>Istrihat jam makan siang</em> dan Tari Rakyat,Saka   Galeri&amp;Angelique Donna Bassle (Solo).</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">1.30–4.30 p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Relief-relief Borobudur Sebagai Acuan untuk Kesadaran   Pada Masa Kini”</p>
<p>Dra.   Niken Wirasanti, M.Si, arkeolog (Universitas   Gadjah Mada, Yogyakarta)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Heritage   in the UK”</p>
<p>Keith   Miller, inspektor   monumen kuno (English Heritage)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Hubungan Tibet dan Indonesia ditilik dari sisi   Sejarah”</p>
<p>Arahmaiani, performance artist (Bandung, Jawa   Barat)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Kehidupan   Borobudur”</p>
<p>Jack   Priyana, praktisi pariwisata yang berkelanjutan (Kawasan Borobudur)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Relief dan Budaya   Panji di Jawa Timur dan di Kepulauan Indonesia”</p>
<p>Dr.   Lydia Kieven, (Dept. of Southeast Asian Studies, Goethe Universität,</p>
<p>Frankfurt, Jerman);</p>
<p>Dwi Cahyono,   arkeolog/sejarahwan (Universitas Negeri Malang, Jawa Timur); Henri Nurcahyo (Dewan Kesenian Jawa Timur, Surabaya)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>4.30–5 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h5>Istrihat   the dan kopi</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">5–6 p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar Artistik: <em>Pradakshina</em> di galeri pertama   Borobudur</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Dr. Lydia Kieven (Goethe-Universität, Frankfurt, Jerman) dengan Agus   Bimo Prayitno (Teatr Mantra, Klaten, Jawa Tengah) dan Suprapto Suryodarmo   (Padepokan Lemah Putih, Solo, Jawa Tengah)</p>
<p>untuk  grup kecil dengan penjelasan seri relief yang ceritakan hidup   Buddha,  &#8216;Lalitavistara&#8217;, diiringi oleh seniman mantra; macapat; dan gerak</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>6</em>–<em>7.30 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h6>Istrihat jam makan malam</h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">7.30–9.30 p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Pembukaan Pesta Seni Segara   Gunung di panggung Aksobhya</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">1.</p>
<p>2.</p>
<p>3.</p>
<p>4.</p>
<p>5.</p>
<p>6.</p>
<p>7.</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Tari rakyat penyambutan ‘nguyu uyu’ (dari Kawasan Borobudur)</p>
<p>Shalawatan (dari Kawasan Borobudur)</p>
<p>Karaton Surakarta tari tradisional (Solo, Jawa Tengah)</p>
<p>Dewan Kesenian Kabupaten Blitar (Jawa Timur)</p>
<p>Nyoman Sura – tari kontemporer (Bali)</p>
<p>Khaeruddin – kesenian Makassar (Sulawesi Selatan)</p>
<p>Topeng Ireng “Kridho Mudho” (Boyolali, Jawa Tengah) kolaborasi bersama</p>
<p>dengan Estefanía Pifano – tari kontemporer (Venezuela)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">
<h3>Kamis,   26 April 2012</h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">Srawung Seni &amp; Arkeologi</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">6–7   a.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar Artistik: <em>Pradakshina</em> di galeri pertama Borobudur</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Dr. Lydia Kieven dkk (lihat deskripsi di atas)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>7–9 a.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h5>Jam sarapan dan   terbuka</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">9.00   a.m.–12 siang</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Pendidikan Kebudayaan (dilihat dari Cultural   Studies) dalam Aplikasi Kegiatannya Berupa Pendidikan Seni Nusantara”</p>
<p>Endo Suanda, Direktur Lembaga   Pendidikan Seni Nusantara (Jakarta)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Stonehenge and Avebury – monuments   with unknown myths”</p>
<p>Kristina Bourdillon,   antropolog/pendidik (UK)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Mengenai  Corporate Social Responsibility dan   aktivitas yang berdasarkan  kesejahteraan masyarakat lokal, situs pusaka, dan   lingkungan hidup”</p>
<p>Nur Harjanto, S.E., M.M., Chairperson, PT.   Transpacific Group (Jakarta)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>12 siang–1.30 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><em>Istrihat jam makan siang </em>dan Tari Rakyat</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">1.30–3.30   p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">
<h5>“Borobudur   sebagai Sumber Penciptaan Seni Pertunjukan”</h5>
<p>Prof. Dr. Timbul Haryono (Dept Arkeologi,   Universitas Gadjah Mada, Jawa)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">persembahan macapat dari “<em>Sang   Hyang Kamahayanikan”</em></p>
<p>Agus   Bimo Prayitno (Teatr Mantra, Klaten, Jawa Tengah)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Unearthing    the past, enlightening the future: the discovery and integration of  Kimpulan   Temple into Library Building of Universitas Islam Indonesia”</p>
<p>Wiryono Raharjo (Dep. Arsitektur, Universitas Islam   Indonesia, Yogyakarta)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Community   contributions to heritage conservation in Kuala Lumpur”</p>
<p>Mariana   Isa, arsitek, O&amp;O Design   Sdn Bhd (Kuala Lumpur, Malaysia)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Seni &amp; Arkeologi, Kesehatan dan Kebersihan”</p>
<p>Karolina Nieduza, arkeolog (Polandia / Inggris)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">3.30–4.30   p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Sesi Dialog para Peserta:   Jaringan Pelaku Seni Candi</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Moderator:   Henri Nurcahyo; Dwi Cahyono; Dr. Lydia Kieven</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Identifikasi    langkah-langkah konkret dan praktis dalam pelbagai bidang –  berdasarkan suatu   dialog antara umat manusia dari beragam budaya dan  kepercayaan – yang peserta   individu serta organisasi mengharap akan  dilaksanakan, secara bersama atau   sendiri, mulai tahun 2012 dan  seterusnya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>4.30–5 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h5>Istrihat   teh dan kopi</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">5–6   p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar   Artistik: <em>Pradakshina</em> di galeri   pertama Borobudur</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Dr. Lydia Kieven dkk. (lihat   deskripsi)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>6</em>–<em>7.30 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h6>Istrihat jam makan malam</h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">7.30–9.30   p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Pesta Seni Segara Gunung di   panggung Aksobhya</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">
<h5><span style="text-decoration: underline;"> </span></h5>
</td>
<td width="39" valign="top">1.</p>
<p>2.</p>
<p>3.</p>
<p>4.</p>
<p>5.</p>
<p>6.</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Kesenian dari anggota Lembaga Pendidikan Seni Nusantara</p>
<p>“Dewi Ruci” Rusini Sidi (Solo, Jawa Tengah); Nurlina Syahrir   (Makassar,</p>
<p>Sulawesi Selatan); Diane   Butler (USA / Bali); Waluyo S Sukarno (Solo)</p>
<p>Misbach Daeng Bilok – musik improvisasi (Selayar, Sulawesi Selatan)</p>
<p>Karolina Nieduza (Polandia); Boby Ary Setiawan (Solo); Misbach Daeng</p>
<p>Bilok (Selayar, Sulawesi Selatan) – kolaborasi tari   &amp; musik</p>
<p>Rianto / Dewandaru Dance Company – tari kontemporer (Solo, Jawa   Tengah)</p>
<p>Kesenian dari Komunitas Papua</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="8" width="653" valign="top">
<h3>Jumat,   27 April 2012</h3>
</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="8" width="653" valign="top">Srawung Seni &amp; Ketuhanan</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top">5.30–7.30 a.m.</td>
<td colspan="6" width="509" valign="top">Lokakarya: Joged Amerta – The Touching of Kalahayu</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">Suprapto Suryodarmo, Padepokan Lemah Putih (Solo, Jawa Tengah)</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="16" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="454" valign="top"></td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"><em>7.30–9 a.m.</em></td>
<td colspan="6" width="509" valign="top">
<h5>Jam sarapan dan   terbuka dan   Musik Hadrah</h5>
</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top">9.00 a.m.–12 siang</td>
<td colspan="6" width="509" valign="top">Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">“The   Spirituality of Music”</p>
<h5>Rev.   Dr. June Boyce-Tillman, Professor of Applied Music, MBE</h5>
<h5>(University   of Winchester, Inggris)</h5>
</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="16" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="454" valign="top"></td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">
<h5>“Seni   Suara dalam Mengaji al-Qur&#8217;an”</h5>
<h5>Gus   Yusuf Chudlori (Pondok Pesantren Salaf A.P.I Tegalrejo)</h5>
<p>dan   pembacaan kitab suci al- Qur&#8217;an oleh santri Tegalrejo</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="4" width="470" valign="top"></td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">
<h5>“Ketuhanan dalam Seni   Nusantara”</h5>
<h5>Prof. Dr. Edi Sedyawati,   Program Doktor Ilmu Kebudayaan</h5>
<p>(Universitas   Indonesia, Depok)</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="16" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="454" valign="top"></td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">“Hubungan  Candi-candi Hindu dan Budhis di Bali dan   Jawa dilihat dari Kebudayaan  Masyarakat Bali yang mempunyai Konsep   Segara-Gunung”</p>
<p>Dr.   I Wayan Redig, M.A</p>
<p>(Fakultas Sastra, Universitas Udayana, Bali)</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="16" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="454" valign="top"></td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"><em>12 siang–1.30 p.m.</em></td>
<td colspan="6" width="509" valign="top"><em>Istrihat jam makan siang </em>dan Tari Rakyat</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top">1.30–4.30 p.m.</td>
<td colspan="6" width="509" valign="top">Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">“Garis Imaginer Seni Wayang, Konsep Kehidupan, dan   Spiritual”</p>
<p>Agus Sulistiyo (Pandagan Character Building   Study Club, Pekalongan, Jawa)</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="4" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">“Ekspresi Seni   Berktuhanan dalam pandangan Agama Buddha”</p>
<p>Bhikkhu Dhammasubho Mahathera   (Sangha Theravâda Indonesia)</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="4" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">“Wayang Parwa dalam Kajian Arkeologi, Seni, dan Jati   Diri Bangsa”</p>
<p>Gunadi Kasnowihardjo, peniliti arkeologi   (Yogyakarta, Jawa Tengah)</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="16" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">“The Mudra of the Borobudur Dhyani Buddhas and   Amerta practice”</p>
<p>Dr. Lise Lavelle, terapis tubuh &amp; gerak (Copenhagen, Denmark)</td>
</tr>
<tr>
<td width="3"></td>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="16" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"><em>4.30–5 p.m.</em></td>
<td colspan="6" width="509" valign="top">
<h5>Istrihat   teh dan kopi</h5>
</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top">5–6 p.m.</td>
<td colspan="6" width="509" valign="top">Lokakarya: Dua   puluh satu Saat-saat Keheningan</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">Dr. Diane Butler, seniman gerak dan President Dharma Nature Time</p>
<p>(USA / Bedulu, Bali)</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="16" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="454" valign="top"></td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top"></td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">Keheningan adalah aspek alami alam dan perilaku   dalam seni dan ketuhanan dalam banyak tradisi. Masing-masing orang akan membimbing-diri latihannya. Mulai dengan posisi sehari-hari, tinggal atau bergerak ke posisi baru – beristrihat dalam dua puluh satu saat-saat   keheningan.</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="6" width="509" valign="top"></td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"><em>6</em>–<em>7.30 p.m.</em></td>
<td colspan="6" width="509" valign="top">
<h6>Istrihat jam makan malam</h6>
</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top">7.30–9.30 p.m.</td>
<td colspan="6" width="509" valign="top">Pesta Seni Segara Gunung di   panggung Aksobhya</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="144" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="39" valign="top">1.</p>
<p>2.</p>
<p>3.</p>
<p>4.</p>
<p>5.</p>
<p>6.</p>
<p>7.</p>
<p>8.</td>
<td colspan="4" width="470" valign="top">Kesenian dari anggota Lembaga Pendidikan Seni Nusantara</p>
<p>Dr. June Boyce-Tillman (Inggris) “Celtic Twilight – Hild of Whitby”</p>
<p>Agung Rama – tari kontemporer (Bali)</p>
<p>Kelompok Teatr Tari Sahita (Solo, Jawa Tengah)</p>
<p>WaJiWa Bandung Dance Theater (Jawa Barat)</p>
<p>Luluk Aria – tari   kontemporer (Solo, Jawa Tengah)</p>
<p>Fathurrahman Said (Republic Polytehnic Malay Cultural Group – Singapura)</p>
<p>kolaborasi bersama seniman   dari kawasan Borobudur</p>
<p>Ibed Surgana Yuga   dan Seni Teku (Bantul, Yogyakarta, Jawa Tengah)</td>
<td width="3"></td>
</tr>
<tr height="0">
<td width="3"></td>
<td width="141"></td>
<td width="3"></td>
<td width="37"></td>
<td width="3"></td>
<td width="13"></td>
<td width="3"></td>
<td width="451"></td>
<td width="3"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">
<h3>Sabtu,   28 April 2012</h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">Srawung Seni &amp; Ketuhanan</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">6–7.30 a.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Lokakarya: Meditation workshop in the Himalayan Tradition</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Swami Nityamuktananda Saraswati, pengajar meditasi/yoga   (Jerman/Inggris)</p>
<p>Wong Yoong Khiang, Himalayan Centre for Yoga Meditation of Singapore</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>7.30–8.30 a.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h5>Jam sarapan dan   terbuka</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">8.30 a.m.–11.00 a.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“The Art of Borobudur: working   with the 5 Dhyani Buddhas and the 5 Elements”</p>
<p>Swami Nityamuktananda Saraswati, pengajar   meditasi/yoga (Jerman/Inggris)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Kebudayaan   Nusantara dalam Film”</p>
<p>Ray   Sahetapy, aktor (Sulawesi Tengah / Jakarta)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">11.00 a.m.–12 siang</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Kabupaten Sigi, Sulawesi   Tengah presentasi “Festival Danau Lindu, Juni 2012”</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>12 siang–1.30 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h5>Istrihat jam makan   siang dan   Tari Rakyat</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">1.30–3.30 p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Ketuhanan Nusantara dilihat dari Perspektif   Kebudayaan Segara-Gunung”</p>
<p>Prof. Dr. I Gde Pitana (Kemen Pariwisata dan Ekonomi   Kreatif Indonesia)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“I Bumi”</p>
<p>Taufik Rahzen, budayawan dan   pemerhati arsitektur (Jakarta)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“A Guided Talking Meditation”</p>
<p>Dr. Paul Stange, cendekiawan SE Asian   Studies (Perth, Western Australia)</p>
<p>on    the ‘missing links’ in the Borobudur vicinity and problems of  imagining   ‘levels’ of consciousness in this cyber era. Linking to  Kejawen and also Ibn al-&#8217;Arabī’s way of thinking   about levels as expressed in Borobudur itself.</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>3.30–4 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h5>Istrihat   teh dan kopi</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">4–5.00 p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Pembukaan   24 Jam Menari untuk Hari Tari Internasional di panggung Aksobhya</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Shalawatan dan tari rakyat (dari Kawasan   Borobudur)</p>
<p>“Umbul Donga Joged Mangenjali” oleh KP Sulistyo   Tirto Kusumo (Jakarta);</p>
<p>Prof. Dr.   Hermin Kusmayati (ISI-Yogyakarta); Prof. Dr. Endang Caturwati</p>
<p>(STSI   Bandung); Elly Luthan (Jakarta); Tembi Dance   (Jogja)</p>
<p>Seni   ritual oleh Lynda Bransbury (Wales, UK) dan Sitras   Anjilin dengan</p>
<p>Padepokan Tjipta   Boedaja (Tutup Ngisor, G. Merapi) di area Kamadhatu</p>
<p>“Moving in   the field of Buddha’s Abhaya Mudra (the dispelling of fear)”</p>
<p>creative   retreat dengan Susana Miranti Kröber (Jerman / Solo, Jawa Tengah)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">4.30–6.30 p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Lokakarya   musik untuk Anak-anak</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Menjelajahi Hubungan Spiritual dengan Bumi ini   melalui Melagu dan Bermain”</p>
<p>lokakarya    untuk anak-anak dengan Rev. Dr. June Boyce-Tillman, Professor of  Applied   Music, MBE (University of Winchester, Inggris)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>6.30</em>–<em>8 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h6>Istrihat jam makan malam</h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">8–10 p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Pesta Seni Segara Gunung di panggung Aksobhya</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">1.</p>
<p>2.</p>
<p>3.</p>
<p>4.</p>
<p>5.</p>
<p>6.</p>
<p>7.</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Kesenian dari anggota Lembaga Pendidikan Seni Nusantara</p>
<p>Tomoko Momiyama (Jepang) musik baru dg anak-anak kawasan Borobudur</p>
<p>Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah – “Raego” tarian sakral untuk Bumi</p>
<p>Kota Palu, Sulawesi Tengah – “Cultural Power of Palu”</p>
<p>Sri van der Kroef (USA) – tari   sakral kontemporer diilhami varamuda mudra</p>
<p>Maria   Darmaningsih dan kelompok musik Kuno Kini (Jakarta)</p>
<p>Studio Taksu pimpinan Djarot Budi Darsono (Solo, Jawa Tengah)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>8 p.m&#8211;selesai “Sujud Samadi” di Museum Karmawibangga oleh Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan   Tradisi,Direktorat Jendral Kebudayaan,Kemendikbud.</p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">
<h3>Minggu,   29 April 2012</h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">Srawung Seni &amp; Mitos</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">6–7.30   a.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Lokakarya: kelompok musik   Kuno Kini (Jakarta)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>7.30–8.30 a.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h5>Jam sarapan dan   terbuka dan   musik Slamet Gundono (Solo)</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">9.00—16.00 a.m</p>
<p>8.30   a.m.–11.15 a.m</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">“Sarasehan  Kepercayaan dan Tradisi” di Museum Karmawibangga   oleh Direktorat  Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi,Direktorat Jendral    Kebudayaan,Kemendikbud.</p>
<p>Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Seni   dan Mitos sastra epik I La Galigo”</p>
<h5>Andi   Anton, budayawan (Luwuq, Makassar, Sulawesi Selatan)</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Situs Muarajambi dan peradaban klasik   Batanghari”</p>
<h5>Ratna Dewi dan M.H. Abid, arkeolog (Svarnadvipa   Institute)</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Muarajambi   dan Atisha”</p>
<p>Elisabeth   Inandiak, journalis, penulis (Perancis / Yogyakarta, Jawa Tengah)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">“Pengalaman   Mengenal Ajaran Buddha”</p>
<h5>Ade   Harris, budayawan (Jakarta)</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">11.15   a.m.–12 siang</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Kota Palu, Sulawesi Tengah   presentasi “Festival Teluk Palu, September 2012”</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>12 siang–1.30 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top"><em>Istrihat jam makan   siang</em> dan musik: Galih Naga Seno (Solo) &amp; Aweng (Bandung);<em> </em></p>
<p>teater gerak “La Que Sabe” Yana K.M.   (Russia), Wied Sendjayani &amp; Reo (Solo)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">1.30–4   p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Seminar di Museum Kapal   Samudraraksa</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">
<h5>“Impresi Ilmu Sejati Universal Nusantara dan   Ekspresi Multidimensional dari Pusat Peradaban   Borobudur: Dewa Ruci segala sumber norma tata nilai peradaban”</h5>
<h5>BJ Eddy Soetyono (Universalism Nusantara   Enlightener, Jakarta)</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">
<h5>“Potret   Kehidupan Masyarakat Dayak (Suku Kenyah, Modang, dan Benuak)”</h5>
<h5>Deddy   Luthan, koreografer (Jakarta)</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">–</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">
<h5>“Piramida   Meksiko, Relief dan Mitos”</h5>
<h5>Ines   Somellera, direktur artistik Empu Sendok Arts Station (Mexico/Jakarta)</h5>
<p>Mrs Melba Pria, Ambassador of the Embassy of Mexico,   Jakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">4–4.30   p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Penutupan 24 Jam Menari untuk Hari Tari Internasional di panggung Aksobhya</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Shalawatan dan tari rakyat (dari Kawasan Borobudur)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"><em> </em></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>4.30–5 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h5>Istrihat   teh dan kopi</h5>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">5–6 p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Pemutaran Film “Swarnadwipa” dan “Sang Buddha Bersemayam di Borobudur”</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Naswan   Iskandar (Dewan Kesenian Jambi); Widodo (Svarnadvipa Institute), Hari Sinthu Suryanto (Solo); dan makalah oleh   Marselli Sumarno (Jakarta)</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"><em>6</em>–<em>7.30 p.m.</em></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">
<h6>Istrihat jam makan malam</h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">7.30–8   p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Penutupan Taman Srawung Seni Segara Gunung di   panggung Aksobhya</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">–   “Umbul Donga Besalen Nusantara” dan upacara Agni Hotra</p>
<p>oleh Suprapto Suryodarmo (Padepokan Lemah Putih, Solo)</p>
<p>Ida Pedanda   Arimbawa (Parisada Hindu Dharma Indonesia)</p>
<p>Wangi Indria, penari topeng / koreografer   (Indramayu, Jawa Barat)</p>
<p>– penyerahan cinderamata dari komunitas Panji   Nusantara (Toni Junus) kepada</p>
<p>Prof.   Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D. (Wakil MenDikBud, Bidang Kebudayaan)</p>
<p>– penyalaan obor candi lincak bambu di kawasan   Borobudur</p>
<p>– penyerahan Api Abadi dari Bupati Kab. Magelang   kepada Bupati Kab. Siggi;</p>
<p>pementasan   artistik dipersembahkan oleh QuantumConvex International;   dan</p>
<p>pengumuman penyelengaraan Srawung Seni Megalitik   2013 di Sulawesi Tengah</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">didampingi oleh Suprapto Suryodarmo (Padepokan Lemah   Putih, Solo); Sari Madjid (Jakarta); Toton   Hutomi (QuantumConvex International); Endo Suanda (Lembaga Pendidikan Seni Nusantara); Paulus Mintarga (Rempah Rumah Karya, Solo); bersama masyarakat   Kawasan Borobudur dan peserta manca negara; disaksikan oleh Prof. Ir.   Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D. (Wamendikbud)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="653" valign="top">
<h3>Minggu,   29 April 2012 (acara malam)</h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top"></td>
<td width="16" valign="top"></td>
<td width="454" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">8–10   p.m.</td>
<td colspan="3" width="509" valign="top">Pesta Seni Segara Gunung di   panggung Aksobhya</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top"></td>
<td width="39" valign="top">1.</p>
<p>2.</p>
<p>3.</p>
<p>4.</p>
<p>5.</p>
<p>6.</p>
<p>7.</td>
<td colspan="2" width="470" valign="top">Yayasan Kesenian Batara Gowa (Makassar, Sulawesi   Selatan) “Loangeng Lino”</p>
<p>Elly Luthan – tari kontemporer (Jakarta)</p>
<p>Shreya Singh – tari klasik Bharatanatyam (India)</p>
<p>dilanjutkan dengan   kolaborasi bersama seniman dari kawasan Borobudur</p>
<p>Jessica Gámez – seni gerak   diilhami oleh Quetzalcoatl (Mexico)</p>
<p>Denny Malik &amp; Panduan Suara Universitas Mercu Buana   (Jakarta)</p>
<p>Rumah Karnaval Indonesia (Solo, Jawa Tengah) – “Vipassana Warna”</p>
<p>Kabupaten Sigi &amp; Kota Palu, Sulawesi Tengah – “The Land of Myth”</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=65</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MERCY RELIEF SINGAPORE</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=55</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=55#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 01:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Selama 2 bulan berturut-turut, November dan Desember 2011 Hotel Catur Magelang menjadi pilihan utama untuk menginap bagi team &#8220;Mercy Relief Singapore&#8221; dalam kegiatan Sosial mereka pasca Bencana Erupsi Merapi. Di Bulan November 2011, kegiatan LSM dari Singapore ini diberi tema &#8220;Project Harapan&#8221; yaitu dengan memberikan bibit ikan di Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Magelang. Yang pesertanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama 2 bulan berturut-turut, November dan Desember 2011 Hotel Catur Magelang menjadi pilihan utama untuk menginap bagi team &#8220;Mercy Relief Singapore&#8221; dalam kegiatan Sosial mereka pasca Bencana Erupsi Merapi.</p>
<p>Di Bulan November 2011, kegiatan LSM dari Singapore ini diberi tema &#8220;Project Harapan&#8221; yaitu dengan memberikan bibit ikan di Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Magelang.<br />
Yang pesertanya dari River Valley High School Singapore.</p>
<p>Sedangkan pada Desember 2011, Mercy Relief Singapore melakukan Simulasi Evakuasi warga Erupsi Merapi di desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Magelang.<br />
Pesertanya dari Mahasiswa-mahasiswa ITE College East Simei Singapore.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=55</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merry Christmas and Happy New Year 2012</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=51</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=51#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 03:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Nikmati Liburan akhir tahun anda di Magelang dengan menginap di Hotel Catur yang sekarang sudah memiliki fasilitas Hotspot Area. Kami tunggu kedatangan anda bersama keluarga dan relasi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nikmati Liburan akhir tahun anda di Magelang dengan menginap di Hotel Catur yang sekarang sudah memiliki fasilitas Hotspot Area.</p>
<p>Kami tunggu kedatangan anda bersama keluarga dan relasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=51</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Promo Ramadhan 2011</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=47</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=47#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 05:33:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[MARHABAN YAA RAMADHAN.. Undang keluarga dan relasi Anda untuk menikmati bulan Ramadhan di Kota Magelang.. Dapatkan Diskon 25% (Room Only) Free Sahur + Buka puasa mulai tgl 1 &#8211; 25 Agustus 2011.. Kami tunggu kedatangan Anda bersama keluarga dan relasi Anda..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MARHABAN YAA RAMADHAN..<br />
Undang keluarga dan relasi Anda untuk menikmati bulan Ramadhan di Kota Magelang..<br />
Dapatkan Diskon 25% (Room Only) Free Sahur + Buka puasa mulai tgl 1 &#8211; 25 Agustus 2011..<br />
Kami tunggu kedatangan Anda bersama keluarga dan relasi Anda..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=47</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liburan Sekolah</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=45</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=45#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 07:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Rate yang tertera berlaku mulai tanggal 18 Juni 2011 sampai 9 Juli 2011.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rate yang tertera berlaku mulai tanggal 18 Juni 2011 sampai 9 Juli 2011.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=45</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Promo Ramadhan</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=39</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=39#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 03:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Dapatkan diskon hingga 30% untuk rombongan dengan minimal pemakaian 5 kamar. Dapatkan juga diskon istimewa untuk perorangan. Promo ini berlaku pada masa Ramadhan 2010 dan berakhir pada masa Lebaran 2010.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dapatkan diskon hingga 30% untuk rombongan dengan minimal pemakaian 5 kamar.</p>
<p>Dapatkan juga diskon istimewa untuk perorangan.</p>
<p>Promo ini berlaku pada masa Ramadhan 2010 dan berakhir pada masa Lebaran 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=39</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Promo BCA Card</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=37</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=37#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 02:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para pengguna BCA Card, dapatkan diskon istimewa sebesar 25% pada bulan Ramadhan 2010. Diskon tidak berlaku pada masa Lebaran.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para pengguna BCA Card, dapatkan diskon istimewa sebesar 25% pada bulan Ramadhan 2010.</p>
<p>Diskon tidak berlaku pada masa Lebaran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=37</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paket Fullboard</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=35</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=35#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 02:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Hotel Catur menawarkan paket Fullboard (all in), dimana paket ini sudah termasuk kamar, sarapan pagi, makan siang, dan makan malam (yang disiapkan dan disediakan secara prasmanan (buffee)) serta snack di sore hari. Untuk harga paket ini berfariasi, disesuaikan dengan jumlah orang dan menu makanan.. Paket ini cocok untuk rombongan outbond, club olah raga, ataupun rombongan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hotel Catur menawarkan paket Fullboard (all in), dimana paket ini sudah termasuk kamar, sarapan pagi, makan siang, dan makan malam (yang disiapkan dan disediakan secara prasmanan (buffee)) serta snack di sore hari.<br />
Untuk harga paket ini berfariasi, disesuaikan dengan jumlah orang dan menu makanan..<br />
Paket ini cocok untuk rombongan outbond, club olah raga, ataupun rombongan family gathering..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=35</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bulan Diskon Hotel Catur Magelang</title>
		<link>http://hotelcatur.com/blog/?p=30</link>
		<comments>http://hotelcatur.com/blog/?p=30#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 02:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotel catur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hotelcatur.com/blog/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Berlaku dari tanggal 20 Januari 2010 sampai 28 Februari 2010 Superior diskon 10% Executive, VIP, dan Famili diskon 20% * Uang muka minimal untuk 1 malam, dan untuk pembatalan atau perubahan max 3 hari sebelum check in.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berlaku dari tanggal 20 Januari 2010 sampai 28 Februari 2010</p>
<p><strong>Superior diskon 10%</strong></p>
<p><strong>Executive, VIP, dan Famili diskon 20%</strong></p>
<p>* Uang muka minimal untuk 1 malam, dan untuk pembatalan atau perubahan max 3 hari sebelum check in.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotelcatur.com/blog/?feed=rss2&#038;p=30</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

